Sorotan

13 June 2023

Yuk, Beralih Menggunakan Chemicals Ramah Lingkungan!

Chemicals dalam bidang industri memiliki banyak manfaat. Penggunaan chemicals dalam bidang industri dapat meningkatkan produktivitas serta memberikan solusi dari masalah-masalah yang dihadapi. Bidang industri selalu membutuhkan chemicals dalam kegiatannya terutama kegiatan maintenance. Pemilihan chemicals untuk maintenance membutuhkan perhatian yang lebih demi menjaga kesehatan pekerja dan keselarasan lingkungan sekitar. Yuk, gunakan chemicals yang ramah lingkungan!


Chemicals Industri Pertambangan

Chemicals memiliki peran penting dalam proses atau kegiatan industri pertambangan untuk membantu meningkatkan produktifitas. Penggunaan chemicals di bidang industri pertambangan merupakan jawaban dari masalah-masalah yang dihadapi. Mulai dari pengelolaan limbah pada area tambang, penanganan debu, dan perawatan alat-alat pertambangan lain menggunakan chemicals sebagai solusinya. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal penggunaan chemicals tidak boleh sembarangan serta diharapkan tidak menimbulkan dampak buruk terhadap kesehatan pekerja dan lingkungan.

Chemicals Berpengaruh Terhadap Kesehatan dan Lingkungan?

Meskipun banyak membantu meberikan solusi di berbagai industri namun nyatanya banyak chemicals yang mempunyai dampak samping terutama terhadap kesehatan dan lingkungan. Tidak semua chemicals mengandung bahan-bahan yang aman. Ada juga yang mengandung bahan-bahan berbahaya. Beberapa efek samping bisa saja dialami para pekerja maupun orang-orang di sekitar. Iritasi pada kulit, mata, gangguan pada sistem pernapasan, dan pada organ dalam adalah beberapa contoh efek samping yang kerap dialami. Namun, tak jarang chemicals yang mempunyai pengaruh buruk terhadap kesehatan tetap digunakan. Salah satunya adalah chemicals yang mengandung klorin dan karsinogen, yang perlahan mempengaruhi kesehatan pekerja dan berdampak pada penyakit yang lebih serius.

Lingkungan dan alam juga bisa menjadi korban dalam penggunaan chemicals yang berbahaya. Chemicals yang merugikan lingkungan yaitu chemicals yang menghasilkan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun). Pemilihan dan penggunaan bahan kimia yang tidak tepat justru dapat menghasilkan limbah B3 yang akan berdampak negatif pada lingkungan dan harus dilakukan penanganan khusus. Tanpa pengolahan yang memadai, limbah ini memiliki daya rusak lingkungan yang jauh lebih berat dibandingkan dengan jenis limbah yang lain.

Beralih Menggunakan Chemicals yang Lebih Aman

Guna mengurangi dampak buruk, pilihlah produk Chemicals yang ramah lingkungan serta aman untuk digunakan. PT Green Chemicals Indonesia menjunjung tinggi keselarasan alam sekitar dan selalu berusaha memenuhi tanggung jawab terhadap alam serta berfokus terhadap masalah pencemaran dengan menghasilkan produk-produk berkualitas, aman, dan ramah lingkungan. Kami terus berusaha menjalankan komitmen dalam hal menjaga lingkungan yang berkelanjutan dengan menciptakan produk yang ramah lingkungan dan aman digunakan. Beberapa produk yang kami formulasikan merupakan produk yang aman digunakan terhadap kesehatan para pekerja, diantaranya :


Kami juga melakukan riset dan inovasi demi menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Serta melakukan sertifikasi TKDN dalam rangka mendukung pengoptimalan Tingkat Komponen Dalam Negeri. Produk-produk PT Green Chemicals Indonesia juga memiliki serifikat Biodegradable dan Non Toxic. Hal ini sebagai bukti nyata komitmen kami terhadap kepedulian dan kelestarian alam di dalam setiap pengembangan produk-produk kami yang ramah lingkungan.

Jika anda tertarik untuk informasi lebih lanjut mengenai Chemicals Product, PT Green Chemicals Indonesia siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi, hubungi kami melalui  Whatsapp atau email ke sales.support@greenchem.co.id.


Berita Terbaru

Sorotan 24 April 2024

Jalan Tambang Seperti Apa Sih Yang Aman Untuk Dilalui?

Apa saja sih kriteria jalan tambang yang aman untuk dilalui? Jalan tambang yang aman tentu mempermudah kinerja para pekerja tambang. Dalam lingkungan tambang, jalan merupakan infrastruktur vital yang harus dirancang dan dipelihara dengan cermat. Jalan yang aman tidak hanya memastikan kelancaran operasional, tetapi juga keselamatan semua orang yang menggunakan jalan tersebut. Dengan jalan yang mudah dilalui dan minim risiko kecelakaan, pastinya pengguna jalan yang melintas akan merasa aman dan terjaga.

Apa Itu Jalan Tambang ? 

Jalan Tambang/Produksi adalah jalan yang terdapat pada area pertambangan dan/atau area proyek yang digunakan dan dilalui oleh alat pemindah tanah mekanis dan unit penunjang lainnya dalam kegiatan pengangkutan tanah penutup, bahan galian tambang, dan kegiatan penunjang pertambangan. Berdasarkan KM ESDM RI, terdapat beberapa pedoman pelaksanaan untuk jalan tambang yang akan digunakan untuk operasioanal. Apa sih pentingnya pedoman ini ? Pedoman ini secara tidak langsung bertujuan untuk :

  • Mengurangi risiko kecelakaan dan cedera bagi pengguna jalan.
  • Mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan seperti erosi tanah, banjir, dan pencemaran air. 
  • Meningkatkan efisiensi operasional dengan standar yang jelas dan perencanaan yang lebih terstruktur.
  • Memastikan bahwa perusahaan tambang mematuhi regulasi dan standar yang ditetapkan oleh pemerintah.
  • Meningkatkan kualitas infrastruktur jalan tambang secara keseluruhan.

Jalan Tambang Seperti Apa Yang Aman Untuk Dilalui ?

  • Lebar jalan tambang atau produksi harus mempertimbangkan ukuran alat angkut terbesar yang akan melintasi jalan tersebut dengan aman. Ini penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran operasi tambang.
  • Di setiap jalan tambang atau produksi, terdapat tanggul pengaman di sisi luar badan jalan. Tanggul ini memiliki ketinggian setidaknya ¾ (tiga per empat) dari diameter roda kendaraan terbesar yang biasa melintas di jalan tersebut. Selain itu, tanggul ini juga memperhitungkan kemungkinan air limpasan atau material lepas yang bisa masuk ke jalan, sehingga bertujuan untuk melindungi jalan dan area sekitarnya.
  • Di sepanjang jalan tambang atau produksi, terdapat sistem penyaliran yang dirancang untuk mengalirkan debit air larian tertinggi dengan baik. Sistem ini dijaga dan dipelihara secara teratur agar tetap berfungsi dengan baik. Ini bertujuan untuk mencegah terjadinya genangan air atau kerusakan akibat air yang bisa mengganggu aktivitas pertambangan atau produksi.
  • Permukaan badan jalan harus memiliki kemiringan melintang (cross fall) minimal 2% (dua persen), yang bertujuan agar air dapat mengalir dengan baik. Kemudian, kemiringan (grade) jalan tidak boleh melebihi 12% (dua belas persen), dengan mempertimbangkan kapasitas alat angkut, jenis material jalan, dan rasio bahan bakar yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk memastikan keselamatan dan kestabilan jalan serta kendaraan yang melintas di dalamnya.
  • Pada setiap tikungan dan persimpangan jalan tambang/produksi, dipasang pemisah jalur (separator) dengan ketinggian minimal setengah dari diameter roda kendaraan terbesar dan lebar bagian atas setidaknya sama dengan lebar roda kendaraan terbesar. Ini bertujuan untuk memisahkan jalur kendaraan dan mencegah tabrakan. Selain itu, sudut belokan pada pertigaan jalan tidak boleh kurang dari 70⁰ (tujuh puluh derajat) agar kendaraan dapat berbelok dengan aman.
  • Jalan tambang dipelihara dan dirawat sedemikian rupa sehingga tidak menghambat proses pengangkutan atau transportasi. Ini berarti jalan-jalan tersebut dijaga agar tetap dalam kondisi yang baik, bebas dari kerusakan atau hambatan yang bisa mengganggu kelancaran transportasi alat atau material.

Perawatan Jalan Tambang

Pemeliharaan dan perawatan jalan hauling penting untuk diperhatikan oleh perusahaan. Sedikit saja ada kerusakan, kendala, atau masalah pada jalan tambang maka bisa fatal akibatnya. Salah satu masalah yang sering dihadapi di jalan tambang ialah debu jalan yang tidak terkendali. Debu jalan dapat menghalangi visibilitas para pengemui kendaraan yang melintas sehingga pengemudi tidak dapat melihat dengan jelas. Tentunya ini membahayakan dan berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Penggunaan Greendust DPA-Series dapat mengurangi masalah debu ini. Greendust adalah chemical dengan campuran polimer dan formulasi khusus untuk menangani permasalahan debu terutama jalan tambang di industri pertambangan. Produk ini akan meminimalisir risiko kecelakaan kerja dan dampak gangguan kesehatan akibat debu jalanan yang berlebihan. Jika anda tertarik dengan produk Greendust DPA-Series, PT Green Chemicals Indonesia siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi. Hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.


 

 

Selengkapnya
Sorotan 27 March 2024

Kenali Potensi Bahaya Busa Pada Air

Ketika kita melihat busa di air, mungkin tidak semua dari kita menyadari potensi bahaya yang tersembunyi di baliknya. Busa, secara kasat mata, mungkin terlihat sebagai fenomena alami yang tidak mengganggu. Namun, apakah kita benar-benar memahami apa itu busa di air dan potensi bahayanya?  Meskipun beberapa busa adalah hasil dari proses alami, tidak semua busa di air tidak berbahaya. Sebaliknya, busa dapat menjadi indikator masalah lingkungan yang lebih besar dan dapat membawa risiko serius.

Apa itu Busa?

Busa di air biasanya terbentuk ketika udara terperangkap dalam cairan, seperti air. Busa di air dapat dibedakan berdasarkan penyebab terbentuknya dan sifatnya yang beragam. Pertama-tama, busa yang terbentuk secara alami seperti ombak di lautan atau aliran sungai. Ketika air digerakkan dengan keras, misalnya oleh gelombang, air memasukkan udara ke dalamnya dan menciptakan gelembung yang terlihat sebagai busa. Busa alami ini merupakan bagian normal dari lingkungan perairan dan biasanya tidak berbahaya.

Selanjutnya, terdapat busa buatan yang terbentuk karena campuran bahan kimia tertentu dengan air. Zat-zat seperti deterjen, sabun, atau surfaktan lainnya dapat menurunkan tegangan permukaan air dan memungkinkan air untuk membentuk gelembung-gelembung yang stabil lebih mudah. Fenomena Ini sering terjadi di perairan yang terpapar oleh limbah domestik atau industri, di mana bahan kimia tersebut dilepas ke dalam air.

Terakhir, beberapa jenis busa di air dapat disebabkan oleh aktivitas mikroorganisme, terutama alga. Peningkatan populasi alga yang berlebihan dapat menghasilkan senyawa organik tertentu yang memengaruhi sifat permukaan air dan menyebabkan pembentukan busa.

Potensi Bahaya Busa Pada Air

Ketika busa terbentuk sebagai akibat dari pencemaran air oleh limbah, busa tersebut dapat mempengaruhi kesehatan manusia di sekitar, karena busa yang terkontaminasi dapat menyebabkan masalah kesehatan serius pada manusia yang terpapar. Paparan terhadap zat-zat kimia beracun dalam busa dapat mengakibatkan iritasi pada kulit, mata, saluran pernapasan, serta dapat menyebabkan keracunan atau penyakit lainnya.

Selain itu, busa dapat menjadi tanda polusi lingkungan. Pembentukan busa yang berlebihan sering kali menunjukkan adanya polusi yang mengganggu keseimbangan biologis dan kimia di dalam lingkungan perairan. Pencemaran yang menyebabkan pembentukan busa sering kali melibatkan limbah industri, pertanian, atau domestik yang mengandung bahan-bahan berbahaya atau nutrien berlebihan.

Kehadiran busa di air juga dapat menyebabkan dampak yang merugikan pada ekosistem perairan secara keseluruhan. Busa yang berlebihan dapat mengganggu proses alami di dalam ekosistem, seperti fotosintesis oleh fitoplankton atau proses respirasi oleh organisme akuatik lainnya.

Memahami Klasifikasi Bahaya Busa Pada Air

Klasifikasi bahaya busa di air melibatkan identifikasi berbagai faktor yang memengaruhi tingkat risiko dan dampak dari busa tersebut. Pertama, terdapat perbedaan antara busa alami dan buatan. Busa alami terbentuk secara alami, seperti gelombang di lautan atau aliran sungai. Sementara itu, busa buatan terbentuk karena penambahan bahan kimia tertentu ke dalam air, seperti deterjen atau surfaktan.

Tingkat bahaya busa juga dapat diklasifikasikan berdasarkan komposisinya. Busa yang mengandung bahan kimia berbahaya atau zat-zat polutan lainnya memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi daripada busa yang terdiri dari bahan alami atau tidak berbahaya. Tak hanya itu, faktor lingkungan juga berperan menentukan tingkat bahaya busa. Misalnya, kondisi lingkungan seperti suhu air, ketersediaan nutrien, dan kehadiran mikroorganisme memengaruhi kemampuan busa untuk terbentuk dan bertahan.

Penanganan dan Pengurangan Risiko

Penanganan dan pengurangan risiko bahaya busa memerlukan pendekatan secara keseluruhan. Salah satu langkah yang penting adalah pemantauan kualitas air secara teratur untuk mendeteksi potensi pembentukan busa dan pencemaran lainnya. Hal ini dapat dilakukan dengan mengukur parameter seperti tingkat keasaman (pH), kandungan zat kimia, dan keberadaan mikroorganisme patogen.

Selain itu, edukasi dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan perairan juga merupakan langkah penting dalam pengurangan risiko bahaya busa di air. Dengan kerja sama antara pemerintah, industri, dan masyarakat, lingkungan perairan akan lebih bersih dan aman bagi semua makhluk yang bergantung padanya.

Upaya pencegahan juga dapat melibatkan praktik seperti pengelolaan limbah yang aman, serta pengurangan penggunaan bahan kimia berbahaya secara keseluruhan. Penggunaan bahan kimia untuk mencegah terjadinya busa perlu dipertimbangkan dengan cermat. Pemilihan bahan kimia yang ramah lingkungan dan aman bagi organisme hidup di perairan sangat penting untuk menghindari dampak negatif tambahan pada ekosistem.

Greenydro AF-Series

Greenhydro AF-Series adalah solusi anti foam yang inovatif dan efektif untuk mengatasi masalah busa berlebihan pada sistem aliran industri. Dirancang khusus untuk industri kertas, tekstil, limbah, dan sistem pengolahan air, produk ini menawarkan tingkat kestabilan yang tinggi dalam mengurangi busa tanpa merusak lingkungan.

Apa yang membuat Greenhydro AF-Series berbeda adalah formulanya yang water-based dan ramah lingkungan. Dibuat dengan menggunakan bahan-bahan biodegradable, produk ini tidak hanya membantu mengatasi masalah busa, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan perairan. Dengan kemampuannya yang efektif dan formulanya yang ramah lingkungan, Greenhydro AF-Series merupakan pilihan yang tepat untuk industri-industri yang peduli terhadap lingkungan.

Jika anda tertarik untuk informasi mengenai produk Greenhydro AF-SeriesPT Green Chemicals Indonesia siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.

 

 

 

 

Selengkapnya
Sorotan 21 March 2024

Perbedaan Warna Pada Karat? Ini Artinya!

Korosi merupakan masalah yang umum di dunia industri dan kehidupan sehari-hari, yang sering kali mengakibatkan terbentuknya karat pada permukaan logam. Namun, yang menarik dari fenomena ini adalah variasi warna karat yang dapat diamati. Perbedaan warna-warna karat tersebut bukan hanya sekadar aspek visual, tetapi juga mencerminkan kerumitan dari interaksi berbagai faktor yang mempengaruhi proses korosi.

Perbedaan Warna-warna Karat

Karat adalah istilah umum yang digunakan untuk merujuk pada oksida yang terbentuk pada permukaan logam tertentu ketika teroksidasi atau terkorosi. Karat sering kali memiliki berbagai warna, perbedaan warna tersebut dapat memberikan petunjuk tentang kondisi dan sifat dari korosi yang terjadi. Berikut penjelasan mengenai perbedaan warna-warna karat :

  1. Karat Merah atau Cokelat Kemerahan

Karat merah atau cokelat kemerahan biasanya terbentuk pada baja karbon rendah atau baja paduan yang mengandung kandungan karbon yang relatif rendah. Karat merah cenderung terlihat seperti lapisan tipis berwarna merah atau cokelat kemerahan pada permukaan logam.

  1. Karat Oranye atau Cokelat Kuning

Karat oranye atau cokelat kuning terbentuk pada logam yang mengandung kandungan karbon yang lebih tinggi atau pada baja paduan tertentu. Karat ini cenderung memiliki warna oranye atau cokelat kuning yang lebih cerah daripada karat merah, dan sering kali terjadi dalam bentuk noda yang lebih luas pada permukaan logam.

  1. Karat Hitam atau Abu-abu

Karat hitam atau abu-abu terbentuk pada logam yang mengandung unsur-unsur lain selain besi, seperti nikel atau mangan. Karat hitam atau abu-abu sering kali terlihat sebagai lapisan tipis yang lebih gelap pada permukaan logam, dan kadang-kadang juga memiliki kilap yang lebih rendah daripada karat merah atau oranye.

  1. Karat Hijau

Karat hijau sering kali terbentuk pada logam tembaga atau paduan tembaga. Karat hijau terlihat sebagai lapisan tipis yang berwarna hijau pada permukaan logam, dan sering kali terjadi pada logam tembaga yang telah terpapar udara dan kelembaban dalam jangka waktu yang cukup lama.

Faktor Yang Mempengaruhi Perbedaan Warna

Perbedaan warna karat dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah komposisi kimia dan logam dasar. Logam dasar yang teroksidasi akan memberikan warna khas pada karat. Misalnya, besi akan memberikan warna cokelat kemerahan atau oranye, tembaga akan memberikan warna hijau, dan logam lainnya seperti nikel atau mangan dapat memberikan warna hitam atau abu-abu. Sedangkan. Komposisi kimia logam, termasuk kandungan karbon dan keberadaan unsur-unsur lain dalam paduan logam. Logam dengan kandungan karbon yang tinggi atau dengan paduan logam yang mengandung unsur tambahan tertentu mungkin menghasilkan warna karat yang berbeda.

Selain itu, karat yang terbentuk dalam jangka waktu yang lebih lama atau pada tingkat korosi yang lebih tinggi mungkin memiliki warna yang berbeda dari karat yang terbentuk dalam jangka waktu yang lebih singkat atau pada tingkat korosi yang lebih rendah. Kelembaban, pH, suhu, tingkat polusi udara, dan keberadaan zat-zat kimia tertentu dalam lingkungan korosi dapat berkontribusi pada warna yang terbentuk.

Bagaimana Menanganinya?

Dari penjelasan mengenai perbedaan warna karat dan faktor yang mempengaruhinya diatas, dapat disimpulkan bahwa warna karat pada permukaan logam merupakan hasil dari interaksi antara beberapa faktor. Pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor ini dapat membantu dalam hal identifikasi kondisi korosi, penilaian kerusakan logam, serta pengembangan strategi pencegahan dan perlindungan yang lebih efektif untuk mempertahankan keberlangsungan dan kekuatan material logam. Pembersihan karat dari permukaan logam dapat dilakukan menggunakan beberapa metode yang berbeda tergantung pada tingkat korosi dan jenis logam yang terlibat salah satunya dengan penggunaan cairan kimia. Solusi untuk membersihkan karat dari permukaan logam dapat melibatkan produk seperti Greencorr AR-Series.

Greencorr AR-Series adalah cairan minyak anti karat yang dirancang khusus untuk mencegah pembentukan karat pada logam untuk jangka waktu yang lama, terutama di bawah kondisi luar ruangan. Produk ini memiliki life time yang cukup lama, sekitar 1 hingga 3 bulan, serta sifat penetrasi yang baik ke dalam pori-pori logam, memberikan perlindungan yang efektif. Selain itu, Greencorr AR-Series juga dikenal sebagai produk yang ramah lingkungan dan tidak merusak plastik, cat, atau silikon. Jika anda tertarik untuk informasi mengenai produk Greencorr AR-SeriesPT Green Chemicals Indonesia siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.

Selengkapnya