Highlights

26 January 2024

Greenrim Sebagai Perlindungan Ban Dan Velg

GREENRIM, cairan ramah lingkungan sebagai rim & tire conditioner hadir sebagai solusi inovatif dalam permasalahan Ban dan velg kendaraan alat berat yang seringkali menghadapi tantangan besar, termasuk beban berat dan kondisi jalan yang tidak bersahabat. Tantangan ini secra tidak langsung dapat menyebabkan kerusakan struktural dan mempersingkat umur pakai.  Cairan ramah lingkungan sebagai rim & tire conditioner ini merupakan produk yang tidak hanya memberikan perlindungan optimal terhadap karat, tetapi juga memastikan pendinginan maksimal pada permukaan rim selama beroperasi. Artikel ini akan menjelaskan peran GREENRIM dalam menjaga dan melindungi ban serta velg alat berat, untuk operasional yang efisien dan tahan lama.

Tantangan Dalam Perlindungan Ban Dan Velg

Ban dan velg kendaraan alat berat sering kali menghadapi sejumlah tantangan yang dapat berdampak pada kinerja dan umur pakainya. Beban berat yang melebihi kapasitas standar, seringkali menjadi masalah utama, meningkatkan tekanan pada ban dan velg, yang berpotensi menyebabkan kerusakan struktural. Selain itu, kondisi jalan yang buruk, seperti permukaan berlubang atau kasar, dapat meningkatkan risiko kerusakan pada kedua komponen tersebut. Debu dan kerikil di lingkungan kerja alat berat dapat merusak ban dan velg, mempercepat keausan serta menyebabkan keretakan.

Menjaga tekanan udara yang tepat pada ban menjadi penting, karena tekanan yang tidak sesuai dapat mempengaruhi kestabilan kendaraan dan usia pakai ban. Suhu ekstrem juga dapat merugikan ban dan velg dengan mengubah struktur material mereka. Selain itu, gaya gesek dan pemakaian yang berlebihan, terutama dalam operasi pengerukan berat, dapat memperpendek umur pakai dan memerlukan pemeliharaan lebih sering.

Pentingkah perlindungan ban dan velg?

Perlindungan ban dan velg pada kendaraan alat berat memiliki peranan yang sangat penting dalam menjaga keamanan, performa, dan daya tahan operasional kendaraan tersebut. Ban sebagai satu-satunya titik kontak antara kendaraan dan permukaan jalan memiliki peran krusial dalam menjaga stabilitas, traksi, dan kenyamanan selama penggunaan alat berat. Perlindungan yang tepat dapat mencegah kerusakan ban akibat beban berlebih, tekanan udara yang tidak sesuai, atau ketidaksempurnaan permukaan jalan. Selain itu, velg juga perlu dilindungi karena berfungsi sebagai penopang ban, dan kerusakan pada velg dapat mempengaruhi keseluruhan sistem roda kendaraan.

Khususnya pada alat seperti ekskavator, buldoser, atau truk berat, perlindungan ban dan velg menjadi lebih krusial karena beban kerja yang tinggi dan kondisi medan yang berat. Kerusakan pada ban atau velg bukan hanya dapat menimbulkan biaya perbaikan yang tinggi, tetapi juga dapat menghentikan operasional kendaraan, mengakibatkan penundaan proyek, dan meningkatkan risiko kecelakaan. Oleh karena itu, pemeliharaan rutin, pemilihan ban yang sesuai dengan kondisi kerja, dan perlindungan fisik seperti pelindung ban dapat menjadi investasi yang sangat bernilai dalam memastikan kelancaran dan keamanan operasional.

GREENRIM

GREENRIM merupakan cairan ramah lingkungan yang dirancang khusus sebagai Rim & Tire Conditioner, GREENRIM mampu memberikan perlindungan optimal terhadap karat dan memastikan pendinginan maksimal pada permukaan rim saat beroperasi. Produk ini tidak hanya memberikan lapisan perlindungan yang kuat, tetapi juga merawat estetika kendaraan dengan meningkatkan kilau dan kecerahan pada velg.

GREENRIM  menonjol dengan sejumlah keunggulan yang membuatnya menjadi pilihan unggul dalam perawatan velg dan ban kendaraan. Pertama, GREENRIM ekonomis dan praktis karena sudah siap pakai (Ready to Use), tidak memerlukan pengenceran dengan air, sehingga menghemat waktu dan tenaga pengguna. Kepraktisan ini membuatnya sangat user-friendly dan cocok untuk kendaraan alat berat yang mengutamakan efisiensi. Keunggulan lainnya terletak pada kandungan conditioner dalam GREENRIM. Ini tidak hanya melindungi velg dan ban dari korosi, tetapi juga efektif dalam menjaga suhu ban saat beroperasi.

Bagaimana Pemakaian?

Untuk menggunakan produk GREENRIM dengan efektif, pastikan Anda mengikuti langkah-langkah berikut dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang diperlukan:

  • Persiapkan APD : Sebelum memulai proses, pastikan Anda mengenakan alat pelindung diri yang diperlukan seperti sarung tangan dan kacamata pelindung untuk mencegah kontak langsung dengan bahan kimia.
  • Siapkan Produk Greenrim : Persiapkan produk Greenrim sesuai dengan dosis konsumsi yang tercantum dalam tabel. Gunakan wadah plastik dan peralatan yang sesuai untuk menyimpan dan mengaplikasikan cairan ini.
  • Lepaskan Rim dan Ban : Gunakan alat pemindah ban (tire changer) untuk melepaskan rim dan ban dari kendaraan. Pastikan proses ini dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari kerusakan pada komponen.
  • Bersihkan Rim dan Ban : Setelah rim dan ban dilepaskan, bersihkan bagian dalam rim dan ban. Pastikan tidak ada kotoran atau sisa-sisa lainnya yang tertinggal. Gunakan sikat atau kain yang sesuai untuk membersihkan permukaan dengan teliti.
  • Masukkan Larutan Greenrim Series : Tuangkan larutan Greenrim Series yang telah Anda siapkan sebelumnya ke dalam ban. Pastikan agar larutan merata dan mencakup seluruh bagian dalam ban.
  • Pasang Kembali Rim dan Ban : Menggunakan tire changer, pasang kembali rim dan ban pada kendaraan. Pastikan pemasangan dilakukan dengan presisi dan keamanan.
  • Ban Siap Digunakan : Setelah pemasangan selesai, ban yang telah diaplikasikan dengan Greenrim Series sudah siap digunakan. Pastikan untuk memeriksa secara visual apakah pemasangan berjalan lancar dan apakah ada kelebihan cairan yang perlu dibersihkan.

Jika anda tertarik untuk informasi mengenai produk GREENRIM, atau chemicals product lainnya, PT Green Chemicals Indonesia siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id

 


Latest News

Highlights 11 February 2026

Koagulan Pengolahan Air Tambang, Turunkan TSS dan Kekeruhan Air

Aktivitas pertambangan tidak dapat dilepaskan dari penggunaan air dalam jumlah besar, baik untuk proses operasional maupun sebagai dampak dari limpasan air hujan di area tambang. Air yang dihasilkan dari kegiatan ini umumnya mengalami penurunan kualitas akibat tercampur material tanah, batuan, dan mineral. Tingginya kandungan Total Suspended Solid (TSS) dan kekeruhan menjadi permasalahan utama yang harus ditangani sebelum air dilepaskan ke lingkungan. Oleh karena itu, pengolahan air tambang dengan metode yang efektif, salah satunya menggunakan koagulan, menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan dan memenuhi baku mutu yang berlaku.

Kerakteristik air tambang

Air tambang merupakan air yang berasal dari aktivitas pertambangan, baik dari proses penggalian, pencucian material, limpasan air hujan di area tambang, maupun air tanah yang naik ke permukaan selama kegiatan operasional. Dalam perjalanannya, air ini bersentuhan langsung dengan berbagai jenis batuan dan material mineral, sehingga kualitasnya mengalami perubahan dibandingkan air alami. Interaksi tersebut menyebabkan air tambang membawa berbagai kontaminan yang berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak dikelola dengan baik.

Salah satu karakteristik utama air tambang adalah tingginya kandungan Total Suspended Solid (TSS). Partikel-partikel halus seperti tanah, lempung, pasir, dan sisa batuan ikut terbawa dalam aliran air, membuat air tampak keruh dan berlumpur. Tingginya TSS dapat menurunkan kualitas visual air sekaligus menghambat proses pengendapan alami.

Kekeruhan yang tinggi menjadi ciri khas lain dari air tambang. Air sering kali berwarna cokelat, abu-abu, atau kekuningan akibat dominasi partikel tersuspensi. Kondisi ini dapat menghambat penetrasi cahaya matahari ke dalam badan air, mengganggu proses fotosintesis organisme perairan, serta menurunkan kualitas ekosistem jika air dibuang tanpa pengolahan yang memadai.

Apa Itu Koagulan pada Pengolahan Air Tambang

Koagulan merupakan bahan kimia yang sering digunakan dalam proses pengolahan air tambang untuk membantu menghilangkan partikel-partikel halus penyebab kekeruhan dan tingginya Total Suspended Solid (TSS). Pada kondisi alami, partikelpartikel tersebut memiliki muatan listrik yang membuatnya saling tolak-menolak sehingga sulit mengendap secara alami. Kehadiran koagulan akan menetralkan muatan ini, sehingga partikel dapat saling bergabung dan membentuk gumpalan yang lebih besar. Setelah muatan partikel dinetralkan, partikel-partikel kecil mulai saling bertabrakan dan bergabung membentuk flok. Flok ini kemudian dapat diperbesar pada tahap lanjutan, sehingga lebih mudah mengendap atau dipisahkan dari air melalui proses sedimentasi atau filtrasi.

Dalam kondisi ini, peran koagulan menjadi sangat penting karena karakteristik air tambang umumnya didominasi oleh partikel halus yang stabil di dalam air. Tanpa penambahan koagulan, proses pengendapan membutuhkan waktu lama dan sering kali tidak efektif. Penggunaan koagulan yang tepat jenis dan dosisnya mampu meningkatkan efisiensi pengolahan air, mempercepat proses klarifikasi.

Jenis Koagulan yang Digunakan pada Air Tambang

Setiap jenis koagulan memiliki karakteristik dan mekanisme kerja yang berbeda, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi air tambang, seperti tingkat kekeruhan, pH, hingga kandungan mineral dan logam di dalamnya. Secara umum, koagulan yang digunakan pada air tambang dapat dibedakan menjadi koagulan anorganik, koagulan polimer, dan koagulan alami.

  • Koagulan anorganik, koagulan yang paling umum digunakan karena mampu menetralkan muatan partikel tersuspensi dengan cepat sehingga proses pengendapan berlangsung efisien. Contoh: aluminium sulfat (tawas), polialuminium klorida (PAC), ferri klorida, dan ferro sulfat.
  • Koagulan polimer, memiliki rantai molekul panjang yang mampu mengikat partikel-partikel kecil dan membentuk flok yang lebih besar dan kuat, sehingga sangat efektif untuk air tambang dengan kandungan partikel halus dan tingkat kekeruhan tinggi. Contoh: polimer kationik, polimer anionik, dan polimer nonionik yang sering digunakan sebagai koagulan pendukung atau flokulan.
  • Koagulan alami, berasal dari bahan-bahan alami dengan keunggulan pada aspek ramah lingkungan dan minim residu kimia, meskipun efektivitasnya bergantung pada karakteristik air tambang. Contoh: ekstrak biji kelor, pati termodifikasi, dan biopolimer berbasis selulosa.

Keuntungan Penggunaan Koagulan pada Pengolahan Air Tambang

Penggunaan koagulan memberikan berbagai keuntungan dalam pengolahan air tambang itu sediri. Dengan koagulan, partikel halus yang sebelumnya stabil di dalam air dapat lebih mudah dipisahkan melalui proses pengendapan. Hal ini membuat air hasil olahan menjadi lebih jernih dalam waktu yang relatif singkat dibandingkan proses pengendapan alami.

Keuntungan lainnya adalah efisiensi sistem pengolahan air tambang yang meningkat. Proses koagulasi yang berjalan optimal dapat mempercepat waktu pengolahan dan mengurangi kebutuhan area kolam pengendapan yang luas. Dengan demikian, pengelolaan air tambang menjadi lebih praktis dan ekonomis, terutama pada lokasi tambang dengan keterbatasan lahan atau volume air limbah yang besar.

Tingginya TSS dan kekeruhan air tambang tidak dapat diatasi secara alami tanpa teknologi yang tepat. Koagulan hadir sebagai solusi untuk meningkatkan mempercepat proses pengolahan. Pengolahan air tambang dapat berjalan optimal dengan pemilihan jenis dan dosis yang sesuai. Jika Anda tertarik untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Water Treatment, kami siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi. Hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.

Read More
Highlights 22 January 2026

Pengolahan Sludge IPAL agar Lebih Padat dan Mudah Ditangani

Pengolahan sludge IPAL menjadi lebih padat dalam pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah yang sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, sludge adalah hasil akhir dari proses penyisihan pencemar yang menyimpan berbagai potensi risiko jika tidak dikelola dengan benar. Pengolahan sludge yang tepat tidak hanya berpengaruh pada efisiensi operasional IPAL, tetapi juga berperan besar dalam melindungi lingkungan, menjaga kesehatan masyarakat, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Pengolahan Sludge IPAL

Dalam sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sludge menentukan efektivitas keseluruhan proses pengolahan. Sludge biasanya terbentuk dari hasil pengendapan partikel padat, biomassa mikroorganisme, hingga senyawa pencemar yang berhasil dipisahkan dari air limbah. Jika tidak dikelola dengan tepat, sludge dapat menumpuk, mengganggu kinerja unit IPAL, dan menurunkan kualitas air olahan ketika dilepas ke lingkungan.

Pengolahan sludge dilakukan untuk mengurangi volume, kadar air, dan potensi bau, sehingga lumpur menjadi lebih padat dan stabil. Sludge yang telah diolah akan lebih mudah ditangani sehingga mendukung sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Pengolahan sludge yang baik mencerminkan komitmen pengelola IPAL terhadap perlindungan lingkungan. Sludge yang terkelola dengan benar membantu mencegah pencemaran tanah dan air, sekaligus membuka peluang pemanfaatan lanjutan sesuai ketentuan, seperti untuk penimbunan terkendali atau pengolahan lebih lanjut.

Risiko Lingkungan yang Perlu Diwaspadai

Sludge IPAL yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber risiko lingkungan yang serius. Di dalam sludge terkandung berbagai zat berbahaya, seperti senyawa organik, logam berat, nutrien berlebih, serta mikroorganisme patogen. Jika sludge ini dibuang atau disimpan

tanpa pengolahan yang tepat, pencemar tersebut berpotensi meresap ke tanah dan mencemari air tanah maupun badan air di sekitarnya.

Selain pencemaran, sludge IPAL juga dapat menimbulkan masalah bau yang menyengat akibat proses pembusukan anaerob. Bau tidak sedap ini dapat menurunkan kualitas lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Metode pemadatan dan stabilisasi

Pemadatan dan stabilisasi dalam pengolahan sludge IPAL bertujuan untuk mengurangi volume dan mempermudah penanganan lanjutan. Melalui proses pemadatan, kandungan air dalam sludge dapat ditekan sehingga lebih padat untuk diangkut maupun disimpan. Hal ini berdampak langsung pada penurunan biaya operasional dan kebutuhan ruang penampungan.

Berbagai metode pemadatan dapat diterapkan sesuai karakteristik sludge, mulai dari pengentalan secara gravitasi, penggunaan alat mekanis seperti belt press dan filter press, hingga sistem sentrifugal. Metode-metode ini bekerja dengan prinsip pemisahan air dari padatan, menghasilkan sludge dengan kadar air yang lebih rendah dan struktur yang lebih stabil.

Stabilisasi juga bertujuan menurunkan aktivitas biologis dan potensi bau, sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan. Proses stabilisasi dapat dilakukan melalui pendekatan biologis, kimia, maupun fisik untuk menghambat pembusukan dan menonaktifkan mikroorganisme patogen. Sludge yang telah distabilisasi menjadi lebih aman untuk ditangani dan memenuhi persyaratan untuk pengelolaan atau pemanfaatan lanjutan.

Soil Stabilizer Efektif untuk Pengerasan Sludge

Greensorb SAP-Series, solusi solidifikasi limbah cair untuk membantu mengikat dan menyerap fase cair pada lumpur, sehingga menghasilkan material yang lebih padat dan mudah ditangani. Produk ini efektif dalam mengurangi kadar air bebas pada lumpur, meminimalkan risiko rembesan dan tumpahan, serta meningkatkan keamanan selama proses penanganan.

Dengan tingkat absorpsi yang tinggi dan aplikasi yang mudah, Greensorb SAP-713 mendukung kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan limbah sekaligus menekan biaya operasional IPAL melalui pengurangan volume dan potensi bahaya lumpur cair.

Jika anda tertarik untuk informasi lebih lanjut mengenai produk solidification, kami siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi. Hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.

Read More
Highlights 13 January 2026

Pembersih Komponen Listrik Terbaik untuk Perawatan Motor dan Panel Listrik

Pembersih komponen listrik sangat dibutuhakan dalam menjaga keandalan motor dan panel sebagai bagian utama dari sistem kelistrikan. Seiring waktu, paparan debu, minyak, dan residu karbon dapat menumpuk pada komponen sensitif. Tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini akan berpotensi memicu kerusakan dan masalah keselamatan.

Motor dan Panel Listrik dalam Operasional Peralatan

Motor listrik dan panel listrik menjadi jantung dari berbagai sistem kelistrikan, baik pada kendaraan bermotor maupun instalasi industri. Keduanya bekerja secara beriringan untuk mengubah energi listrik menjadi tenaga yang dibutuhkan agar peralatan beroperasi dengan andal.

Pada kendaraan, motor listrik menggerakkan berbagai sistem penting seperti starter, kipas, hingga sistem pengapian. Di balik kinerjanya, terdapat komponen sensitif seperti kumparan, terminal, dan konektor yang harus selalu berada dalam kondisi bersih. Kotoran dan residu karbon yang menumpuk seiring waktu dapat menghambat aliran listrik, bahkan memicu gangguan serius apabila tidak ditangani dengan perawatan yang tepat.

Sementara itu, panel listrik berperan sebagai pusat kendali dan distribusi arus listrik. Beragam komponen di dalamnya—mulai dari kontaktor, relay, hingga MCB dan terminal—bekerja secara presisi untuk menjaga sistem tetap stabil. Namun, lingkungan kerja yang lembap, berdebu, atau berminyak membuat panel listrik rentan terhadap kontaminasi. kondisi ini dapat menyebabkan panas berlebih hingga meningkatkan risiko kegagalan sistem jika dibiarkan.

Pembersihan Aman Tanpa Mengganggu Kinerja Kelistrikan

Cleaner komponen listrik merupakan pembersih khusus yang dirancang untuk membersihkan bagian kelistrikan tanpa merusak material atau mengganggu konduktivitas listrik. Diformulasikan aman untuk komponen sensitif, cleaner ini cepat menguap dan tidak meninggalkan residu yang dapat menghambat kinerja sistem. Dalam perawatan motor dan panel listrik, cleaner berfungsi mengangkat kotoran pada terminal, konektor, sakelar, relay, dan rangkaian lainnya.

Penggunaan cleaner yang tepat membantu menjaga stabilitas arus dan meningkatkan keandalan kontak antar komponen. Cleaner komponen listrik umumnya tersedia dalam bentuk spray agar mudah diaplikasikan ke area sempit dan sulit dijangkau. Produk yang berkualitas biasanya memiliki sifat non-konduktif, non-korosif, dan bebas air, sehingga aman digunakan pada kondisi peralatan mati (power off) tanpa meninggalkan dampak negatif pada sistem kelistrikan.

Faktor Penting agar Pembersihan Maksimal Tanpa Risiko

Memilih cleaner komponen listrik tidak dapat dilakukan sembarangan. Produk yang kurang tepat justru berisiko merusak isolasi. Terdapat beberapa kriteria penting yang perlu diperhatikan agar proses pembersihan motor dan panel listrik berjalan aman serta efektif.

1. Aman untuk Komponen Listrik. Cleaner harus diformulasikan khusus untuk peralatan listrik, sehingga tidak merusak lapisan isolasi, plastik, karet, maupun material sensitif lainnya.

2. Tidak Meninggalkan Residu. Endapan atau residu sisa pembersih dapat mengganggu konduktivitas listrik dan memicu gangguan pada sistem. Pilihlah cleaner yang mampu mengangkat kotoran seperti secara menyeluruh tanpa meninggalkan sisa pada permukaan komponen.

3. Cepat Menguap. Sifat cepat menguap menjadi keunggulan utama cleaner komponen listrik. Dengan penguapan yang cepat, waktu henti peralatan dapat diminimalkan dan risiko kelembapan tertinggal pada komponen listrik dapat dihindari.

4. Non-Flammable untuk Keamanan Kerja. Aspek keselamatan merupakan prioritas utama, terutama dalam lingkungan dengan potensi percikan listrik. Cleaner bersifat non-flammable memberikan perlindungan ekstra bagi teknisi dan peralatan komponen elektrik.

Dengan mempertimbangkan berbagai kriteria tersebut, Greenklin MTR-100 hadir sebagai solusi pembersih yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan perawatan motor listrik dan komponen elektrik. Formulasinya yang non-flammable memberikan keamanan lebih saat digunakan, sementara sifatnya yang cepat menguap memastikan proses pembersihan berlangsung efisien tanpa meninggalkan residu.

Greenklin MTR-100 bekerja efektif mengangkat minyak, debu, dan kotoran yang menempel, tanpa merusak isolasi maupun komponen sensitif lainnya. Peralatan listrik akan tetap bersih, aman, dan mampu mempertahankan performa optimalnya dalam jangka Panjang.

Jika anda tertarik untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Electrical Motor Cleaner, kami siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi. Hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.

Read More