Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) merupakan upaya sebuah perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan aman, sehingga dapat mengurangi probabilitas kecelakaan kerja/penyakit akibat kelalaian yang mengakibatkan hilangnya produktivitas kerja. Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 tentang keselamatan kerja, bahwa tujuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang berkaitan dengan mesin, peralatan, landasan tempat kerja dan lingkungan tempat kerja adalah mencegah terjadinya kecelakaan dan sakit akibat kerja, memberikan perlindungan pada sumber-sumber produksi sehingga dapat meningkatkan efiensi dan produktivitas. Hal ini tentu sangat penting mengingat apabila Kesehatan karyawan buruk mengakibatkan turunnya capaian serta demotivasi kerja. Pelaksanaan K3 ini diharapkan tercipta tempat kerja aman dan sehat yang mencakup pribadi para karyawan, sehingga terbebas dari kecelakaan serta penyakit akibat kerja.
Salah satu prinsip yang harus dijalankan suatu perusahaan dalam menerapkan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yaitu adanya APD di tempat kerja. Alat Pelindung Diri (APD) adalah peralatan yang dipakai untuk melindungi pekerja dari kecelakaan atau penyakit yang disebabkan oleh adanya kontak dengan bahaya potensial di lingkungan kerja, baik yang bersifat fisik, kimia, maupun biologis. Cakupan paparan kontak fisik termasuk pernapasan, kulit, mulut, mata, dan telinga seperti suara yang sangat kencang.
Perusahaan harus menyediakan APD sesuai jenis pekerjaan yang dilakukan pegawai secara percuma. Tentunya agar bisa menjamin keselamatan pekerja selama berada di lapangan. Pada umumnya jenis-jenis alat pelindung terdiri dari: pelindung kepala, pelindung wajah, pelindung tangan, pelindung saluran pernapasan, pelindung telinga, pelindung kaki, dan pakaian pelindung. Pekerja dan orang lain yang memasuki tempat kerja wajib memakai atau menggunakan APD sesuai dengan potensi bahaya dan risiko. Maka dari itu, pengumuman secara tertulis dan memasang rambu-rambu mengenai kewajiban penggunaan APD di tempat kerja juga penting disediakan.
Menjaga keamanan dan keselamatan di lingkungan kerja bukan hanya tanggung jawab perusahaan saja, diperlukan juga kontribusi pekerja untuk mewujudkannya. Perlindungan saat bekerja melalui penggunaan alat pelindung diri adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika tidak, cedera atau penyakit akibat pekerjaan dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius, kecacatan, bahkan kematian. Apabila pekerja mengalami keluhan kesehatan yang berkaitan dengan pekerjaan atau penggunaan alat pelindung diri yang tidak tepat atau tidak sesuai standar, segeralah periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
ISO 45001 adalah suatu standarisasi internasional yang di dalamnya mampu menentukan persyaratan guna sistem manajemen kesehatan serta keselamatan kerja dengan berdasarkan panduan penggunaan. ISO 45001 dapat menekan adanya potensi resiko yang berbahaya saat kegiatan serta operasional perusahaan dan membantu suatu organisasi melalui sistem K3 agar bisa mengintegrasikan aspek kesehatan dan juga keselamatan para pekerja lainnya Tujuan dari dilakukannya sertifikasi ISO 45001 adalah agar mampu memberikan kerangka dalam mengelola tindakan pencegahan kematian, cedera, dan juga sakit yang berkaitan dengan pekerjaan di tempat kerja. Sehingga akan tercipta kondisi kerja yang lebih aman, sehat, serta bisa meminimalisir kegagalan kesehatan dan keselamatan.
Sebagai perusahaan yang ikut berperan aktif dalam meningkatkan kesadaran akan risiko K3, PT Green Chemicals Indonesia pastinya sudah tersertifikasi ISO 45001:2018. Dengan tercapainya ISO 45001:2018 membuktikan bahwa PT Green Chemicals Indonesia telah menciptakan lingkungan dan tempat kerja yang aman dan sehat untuk seluruh karyawan dan tamu. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk apa saja yang dihasilkan oleh PT Green Chemicals Indonesia, silakan hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id. PT Green Chemicals Indonesia siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah anda.
Isu lingkungan kini menjadi perhatian utama dalam dunia industri. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, kini perusahaan dinilai dari bagaimana proses produksi tersebut dijalankan dan dampaknya terhadap lingkungan. PT Green Chemicals Indonesia menyadari bahwa keberlanjutan merupakan bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang. Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan standar internasional ISO 14001, yang menjadi pedoman dalam mengelola dampak lingkungan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.
ISO 14001 merupakan standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental Management System/EMS). Standar ini menjadi pedoman bagi perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan dari seluruh aktivitas operasionalnya mulai dari penggunaan bahan baku, proses produksi, hingga pengelolaan limbah dan emisi.
Lebih dari sekadar sertifikasi, ISO 14001 mencerminkan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui penerapan standar ini, perusahaan dituntut untuk secara aktif mengidentifikasi risiko lingkungan, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta menjalankan perbaikan berkelanjutan guna meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Nilai yang diusung ISO 14001 sejalan dengan prinsip keberlanjutan, transparansi, dan tanggung jawab sosial. Standar ini mendorong perusahaan dalam mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.
Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, industri kimia dituntut untuk menghasilkan produk berkualitas sekaligus memastikan bahwa seluruh proses produksinya dikelola secara bertanggung jawab. ISO 14001 menjadi standar yang menjembatani kebutuhan industri dengan harapan customer akan produk yang aman dan ramah lingkungan.
ISO 14001 berperan sebagai kerangka kerja sistematis untuk mengelola dampak lingkungan dari aktivitas operasional. Industri dapat meminimalkan risiko lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional melalui pengendalian emisi secara ketat, pemantauan limbah sesuai regulasi, dan berbagai program lainnya. Standar ini membantu perusahaan menjaga kepatuhan hukum dan mengurangi potensi gangguan pada operasional.
Sertifikasi ISO 14001 menjadi jaminan bahwa produk dihasilkan melalui proses yang terkontrol, konsisten, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Customer memperoleh kepastian bahwa mereka bermitra dengan perusahaan yang memiliki sistem pengelolaan risiko lingkungan yang jelas, sehingga kualitas produk dan keandalan pasokan dapat terjaga. Bekerja sama dengan perusahaan bersertifikasi ISO 14001 membantu customer dalam memenuhi komitmen keberlanjutan dan ESG mereka sendiri. Rantai pasok yang bertanggung jawab kini menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan bisnis, terutama bagi customer yang beroperasi di pasar global dan sektor dengan regulasi ketat.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap produksi yang ramah lingkungan, PT Green Chemicals Indonesia menerapkan ISO 14001 melalui berbagai langkah yang terintegrasi dalam proses bisnis sehari-hari. Dalam aspek pengelolaan dampak produksi, perusahaan mengadopsi teknologi inovatif untuk mendukung proses yang lebih efisien dan aman bagi lingkungan. Pengendalian emisi dilakukan secara ketat, disertai dengan pemantauan limbah secara rutin dan terdokumentasi guna memastikan seluruh aktivitas operasional selalu sesuai dengan regulasi lingkungan yang berlaku.
Greenchem secara konsisten mendorong efisiensi energi dan pemanfaatan energi bersih. Upaya ini diwujudkan melalui peningkatan efisiensi operasional dan penerapan metode produksi yang lebih ramah lingkungan. Dalam pemilihan bahan baku, perusahaan menerapkan prinsip material berkelanjutan dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan tersertifikasi. Pendekatan ini bertujuan untuk meminimalkan potensi pencemaran, meningkatkan aspek keselamatan, sekaligus memenuhi standar pengadaan yang bertanggung jawab sesuai dengan praktik industri berkelanjutan.
Komitmen terhadap efisiensi emisi juga diwujudkan melalui transisi bertahap ke peralatan dan kendaraan listrik guna menekan emisi gas rumah kaca (GRK). Selain itu, perusahaan terus melakukan inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan energi bersih. Salah satu pencapaian nyata adalah instalasi sistem Solar PV berkapasitas 5.500 WP pada tahun 2024, yang berkontribusi pada penghematan konsumsi listrik PLN hingga 25–30%.
Melalui langkah-langkah ini, PT Green Chemicals Indonesia memastikan bahwa penerapan ISO 14001 tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya operasional dan strategi keberlanjutan perusahaan. Ingin tahu lebih banyak tentang inisiatif keberlanjutan dan inovasi kami? Follow media sosial PT Green Chemicals Indonesia dan temukan berbagai informasi menarik seputar specialty chemical.
Proses clarifying menjadi salah satu metode paling penting dalam pengolahan air, terutama di sektor industri yang menghasilkan limbah cair dengan kandungan padatan tinggi. Dengan mengandalkan kombinasi reaksi kimia dan pengendapan berbasis gravitasi, proses ini memungkinkan pemisahan partikel halus secara efisien sehingga air dapat dimanfaatkan kembali atau dibuang dengan aman. Seiring meningkatnya kebutuhan efisiensi operasional dan tuntutan kepatuhan lingkungan, pemahaman mengenai proses clarifying dan manfaatnya menjadi semakin krusial, termasuk pada industri tambang yang setiap hari berhadapan dengan volume slurry dan sedimentasi dalam jumlah besar.
Clarifying adalah proses pemisahan padatan tersuspensi dari air melalui pengendapan yang terkontrol. Proses ini memanfaatkan kombinasi reaksi kimia dan prinsip gravitasi untuk memisahkan lumpur, mineral halus, dan partikel koloid sehingga menghasilkan air yang jauh lebih jernih dan stabil. Clarifying menjadi salah satu tahap paling fundamental dalam pengolahan air industri, terutama di sektor yang menghasilkan limbah cair dengan konsentrasi padatan tinggi seperti pertambangan, manufaktur, dan energi.
Secara konsep, clarifying bertujuan mengurangi beban partikel yang tidak dapat mengendap secara alami. Banyak partikel halus memiliki muatan elektrostatis yang membuat mereka tetap melayang dalam air. Clarifying bekerja melalui penambahan koagulan dan flokulan untuk mengikat partikel tersebut menjadi gumpalan (flok) yang lebih berat sehingga dapat mengendap lebih efisien.
Proses clarifying merupakan salah satu tahapan dalam pengolahan air yang dirancang untuk memisahkan padatan tersuspensi secara efisien. Tahapannya meliputi beberapa proses berurutan yang saling mendukung.
Dalam industri pertambangan, clarifying digunakan dalam mengelola air limpasan, slurry hasil proses pemisahan mineral, hingga air bekas pencucian alat. Aktivitas tambang menghasilkan air dengan kandungan sedimen sangat tinggi, mulai dari pasir halus, clay, hingga partikel mineral yang sulit mengendap secara alami.
Salah satu contoh aplikasinya dapat terlihat pada pengolahan tailing water. Setelah proses pemisahan bijih, air tailing biasanya mengandung padatan tersuspensi dalam jumlah besar. Air ini kemudian dialirkan ke mixing tank untuk diberi koagulan dan flokulan, sebelum akhirnya masuk ke clarifier berukuran besar. Di dalam clarifier, flok mengendap menuju dasar tangki dan terkumpul sebagai sludge, sementara air bagian atas menjadi jernih dan dialirkan kembali ke proses pencucian atau stabilisasi jalan tambang.
Clarifying juga banyak digunakan pada pengelolaan runoff saat musim hujan. Air permukaan yang bercampur tanah dan material tambang dapat segera diproses di clarifier agar tidak mengganggu kegiatan operasional. Dengan air hasil clarifying yang lebih bersih, perusahaan mampu menekan penggunaan air baru serta memastikan kepatuhan terhadap standar lingkungan seperti baku mutu air limbah.
Jika anda tertarik untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Water Treatment, kami siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi. Hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.
Sistem pendinginan memegang peran vital dalam menjaga performa alat berat, terutama yang bekerja di lingkungan ekstrem seperti tambang, proyek konstruksi besar, atau area industri bersuhu tinggi. Radiator sebagai pusat kontrol suhu mesin harus selalu berada dalam kondisi optimal agar alat berat mampu bekerja tanpa hambatan dan terhindar dari downtime yang merugikan. Salah satu langkah perawatan paling penting tetapi sering diabaikan adalah flushing radiator sebelum mengganti coolant. Tanpa prosedur ini, coolant baru tidak akan berfungsi secara maksimal, bahkan potensi kerusakannya bisa jauh lebih besar.
Banyak operator dan teknisi masih menganggap bahwa dengan cukup menguras coolant lama, lalu mengisinya dengan coolant baru sudah mampu menjaga radiator tetap bersih. Padahal, proses drain hanya mengeluarkan coolant dari bagian bawah radiator dan sebagian kecil jalur pendinginan. Endapan lumpur, karat, mineral, serta kotoran yang telah mengeras di dalam blok mesin dan saluran radiator tidak ikut terbuang.
Flushing bekerja jauh lebih menyeluruh. Cairan khusus dimasukkan ke dalam sistem pendinginan untuk mengangkat kerak, lumpur, dan endapan berat yang menempel selama bertahun-tahun. Pada alat berat yang bekerja dalam kondisi berdebu, lembap, dan bersuhu tinggi, akumulasi kotoran bisa terjadi jauh lebih cepat dibanding kendaraan biasa. Flushing memastikan seluruh jalur pendinginan benar-benar bersih sebelum coolant baru dimasukkan, sehingga performanya tidak terganggu sisa kotoran sebelumnya.
Mengganti coolant tanpa melakukan flushing ibarat menuangkan cairan bersih ke dalam tangki yang penuh lumpur. Coolant baru akan langsung tercemar oleh sisa endapan dan kotoran lama. Akibatnya, kemampuan coolant menyerap panas berkurang drastis, dan sistem pendinginan tidak mampu menjaga suhu kerja mesin dengan stabil.
Pada alat berat, risiko ini jauh lebih besar. Mesin beroperasi dalam waktu lama, membawa beban berat, dan sering menghadapi suhu ekstrem. Jika coolant tidak dapat bekerja efektif, suhu mesin akan meningkat lebih cepat dan menyebabkan:
Flushing membantu membersihkan jalur pendinginan secara menyeluruh sehingga coolant baru dapat bekerja dengan maksimal. Ini berarti suhu mesin lebih stabil, efisiensi kerja alat berat lebih terjaga, dan risiko kegagalan komponen penting dapat diminimalkan.
Kondisi kerja alat berat yang penuh debu, tanah, getaran ekstrem, dan beban kerja tinggi menuntut frekuensi flushing yang lebih sering. Alat berat membutuhkan interval yang jauh lebih ketat daripada kendaraan pada umumnya.nFlushing pada alat berat sebaiknya dilakukan tidak lebih dari 1000 jam bekerja, tergantung kondisi lapangan dan intensitas penggunaan. Namun, terdapat beberapa tanda penting yang menunjukkan radiator perlu segera diflushing:
Pada alat berat yang beroperasi di area tambang dengan kandungan sulfur tinggi atau debu mineral pekat, flushing bahkan bisa diperlukan lebih cepat. Lingkungan tersebut mempercepat pembentukan kerak dan korosi di dalam sistem pendinginan.
Jika anda tertarik untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Flushing Radiator, kami siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi. Hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.