Sorotan

06 November 2024

Memahami Regulasi Terkait Pengendalian Debu

Pengendalian debu di sektor industri, terutama di tambang dan jalur hauling, merupakan aspek penting yang tidak bisa diabaikan. Polusi debu tidak hanya mempengaruhi kesehatan pekerja tetapi juga kualitas lingkungan dan efisiensi operasional. Dalam industri tambang, debu menjadi permasalahan yang sering kali menimbulkan efek buruk jika tidak dikelola dengan benar.

Di Indonesia, berbagai regulasi telah diterapkan untuk mengendalikan dampak debu dan menjaga kesehatan serta keselamatan kerja (K3). Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi dalam penerapannya. Hal ini menjadikan penting bagi perusahaan untuk memahami dan mematuhi regulasi yang berlaku agar dapat menciptakan lingkungan kerja yang aman serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Regulasi Lokal yang Mengatur Pengendalian Debu di Indonesia

Pemerintah telah menetapkan sejumlah regulasi yang mewajibkan perusahaan, khususnya di industri tambang, untuk mengendalikan emisi debu. Regulasi ini bertujuan melindungi kesehatan pekerja, menjaga lingkungan sekitar, dan memastikan operasional perusahaan berlangsung dalam batas-batas yang aman dan berkelanjutan. Berikut beberapa peraturan lokal di Indonesia yang mengatur pengendalian debu, khususnya di sektor pertambangan dan industri berat :

1. UU No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja. Undang-undang ini mewajibkan perusahaan melakukan tindakan preventif untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja, termasuk mengendalikan debu sebagai bagian dari kewajiban keselamatan. Pengendalian debu diperlukan agar perusahaan dapat meminimalkan risiko kecelakaan dan masalah kesehatan pekerja.

2. PP No. 50 Tahun 2012 tentang Sistem Manajemen K3. Peraturan ini mengharuskan penerapan sistem manajemen K3 yang mencakup pengendalian risiko, termasuk debu. Perusahaan harus melakukan identifikasi risiko debu dan menerapkan pengendalian seperti ventilasi, penyemprotan air, dan penyediaan APD, guna menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman.

3. Kepmen No. 1827/K/30/MEM/2018 tentang Pedoman Teknis Pertambangan. Keputusan ini memberikan panduan teknis untuk pengendalian debu di sektor tambang, seperti penyemprotan air di jalan tambang dan pemasangan penutup pada sumber debu. Selain itu, perusahaan diwajibkan mengukur kadar debu dan melakukan perbaikan bila melebihi ambang batas yang ditetapkan.

4. Permenaker No. 13 Tahun 2011 tentang Nilai Ambang Batas Paparan Debu. Permenaker ini menetapkan nilai ambang batas (NAB) untuk paparan debu, yang wajib dipatuhi agar kesehatan pekerja tetap terjaga. Perusahaan harus melakukan pemantauan rutin dan mengambil tindakan korektif jika NAB terlampaui.

5. Peraturan KLHK tentang Polusi Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengatur pemantauan dan pelaporan emisi debu di industri. Regulasi ini bertujuan untuk menjaga kualitas udara di sekitar kawasan industri, demi melindungi masyarakat dan lingkungan.

Regulasi Internasional Terkait Pengendalian Debu di Sektor Pertambangan

Selain peraturan lokal, beberapa standar internasional juga menjadi pedoman untuk pengendalian debu di industri tambang. Perusahaan yang bergerak di sektor tambang, terutama yang memiliki hubungan dengan pasar internasional, perlu memahami standar berikut :

1. ISO 14001: Standar Internasional Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 adalah standar internasional yang mengatur manajemen lingkungan, termasuk pengendalian debu. Standar ini membantu perusahaan mengidentifikasi, memantau, dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas mereka. Dengan ISO 14001, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi lingkungan dan memenuhi tuntutan pasar internasional.

2. Occupational Safety and Health Administration (OSHA): Standar Keselamatan Kerja AS OSHA menetapkan standar ketat untuk pengendalian debu di industri berisiko tinggi seperti tambang. Standar ini menjadi acuan global dalam pengukuran debu, pelatihan pekerja, dan pengendalian risiko. Mematuhi standar OSHA membantu perusahaan meningkatkan keselamatan kerja.

3. World Health Organization (WHO) Air Quality Guidelines: Pedoman WHO tentang kualitas udara mengatur batas aman paparan debu yang bisa membahayakan kesehatan. Untuk industri pertambangan, kepatuhan terhadap pedoman WHO memastikan kualitas udara yang aman, terutama di wilayah padat penduduk atau dekat dengan komunitas lokal.

4. ICMM (International Council on Mining and Metals): Pedoman dan Praktik Terbaik ICMM memberikan pedoman praktik terbaik untuk pengelolaan debu di sektor tambang, termasuk penggunaan teknologi seperti penyemprotan otomatis dan pemantauan berbasis sensor. Dengan mengikuti pedoman ini, perusahaan tambang dapat meningkatkan efektivitas pengendalian debu dan reputasi internasional.

Lalu, Mengapa Kepatuhan terhadap Regulasi Sangat Penting?

Kepatuhan terhadap regulasi pengendalian debu memberikan sejumlah manfaat, baik bagi perusahaan maupun masyarakat luas. Beberapa alasan mengapa perusahaan harus mematuhi regulasi ini antara lain:

  • Menciptakan Lingkungan Kerja Yang Aman

Kepatuhan terhadap regulasi pengendalian debu membantu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman bagi para karyawan. Paparan debu yang berlebihan, terutama di industri seperti konstruksi, pertambangan, atau manufaktur, dapat mengakibatkan gangguan kesehatan serius, seperti penyakit pernapasan atau gangguan pada sistem paru-paru. Dengan menerapkan standar pengendalian debu yang ketat, perusahaan dapat memastikan bahwa tempat kerja tetap sehat dan aman, sehingga mengurangi risiko penyakit akibat kerja yang bisa berdampak pada produktivitas serta kualitas hidup karyawan.

  • Mematuhi regulasi dan standar yang berlaku

Setiap perusahaan wajib mematuhi regulasi pengendalian debu yang ditetapkan oleh pemerintah maupun standar internasional yang berlaku di industri mereka. Regulasi ini dibuat untuk menjaga kesehatan dan keselamatan kerja, serta meminimalkan dampak lingkungan. Ketaatan terhadap regulasi membantu perusahaan menghindari sanksi atau denda yang mungkin timbul akibat ketidakpatuhan. Lebih dari itu, kepatuhan terhadap regulasi juga membuktikan komitmen perusahaan untuk menjaga kesejahteraan karyawan dan mendukung prinsip berkelanjutan.

  • Menekan biaya operasional secara efektif

Mematuhi regulasi pengendalian debu juga dapat menekan biaya operasional dalam jangka panjang. Dengan mengendalikan debu di lingkungan kerja, perusahaan bisa mengurangi potensi kerusakan mesin dan peralatan akibat akumulasi debu yang dapat memperpendek umur alat. Peralatan yang lebih tahan lama berarti perusahaan dapat menurunkan biaya perawatan dan penggantian peralatan. Selain itu, lingkungan yang aman dan sehat mengurangi biaya yang terkait dengan cedera atau penyakit karyawan, seperti biaya asuransi atau klaim kesehatan.

  • Meningkatkan citra positif perusahaan

Perusahaan yang patuh terhadap regulasi pengendalian debu cenderung dipandang positif oleh masyarakat dan pihak pemangku kepentingan. Dengan menunjukkan kepedulian terhadap keselamatan karyawan dan lingkungan, perusahaan dapat meningkatkan reputasi dan citranya di mata publik. Citra yang baik ini penting untuk mendapatkan kepercayaan pelanggan, mitra bisnis, dan investor. Dalam era yang semakin peduli pada aspek lingkungan dan sosial, perusahaan yang memprioritaskan kepatuhan regulasi dan tanggung jawab sosial akan lebih mudah menarik perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.

 

Pengendalian debu merupakan tanggung jawab penting bagi perusahaan, terutama di sektor industri tambang dan industri berat lainnya. Memahami dan mematuhi regulasi pengendalian debu adalah langkah penting untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, melindungi kesehatan pekerja, dan menjaga keberlanjutan lingkungan. Jika anda tertarik untuk informasi produk pengendalian debu lebih lanjut, PT Green Chemicals Indonesia siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.

 

 

 


Berita Terbaru

Sorotan 22 January 2026

Pengolahan Sludge IPAL agar Lebih Padat dan Mudah Ditangani

Pengolahan sludge IPAL menjadi lebih padat dalam pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah yang sering kali kurang mendapat perhatian. Padahal, sludge adalah hasil akhir dari proses penyisihan pencemar yang menyimpan berbagai potensi risiko jika tidak dikelola dengan benar. Pengolahan sludge yang tepat tidak hanya berpengaruh pada efisiensi operasional IPAL, tetapi juga berperan besar dalam melindungi lingkungan, menjaga kesehatan masyarakat, serta memastikan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Pengolahan Sludge IPAL

Dalam sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), sludge menentukan efektivitas keseluruhan proses pengolahan. Sludge biasanya terbentuk dari hasil pengendapan partikel padat, biomassa mikroorganisme, hingga senyawa pencemar yang berhasil dipisahkan dari air limbah. Jika tidak dikelola dengan tepat, sludge dapat menumpuk, mengganggu kinerja unit IPAL, dan menurunkan kualitas air olahan ketika dilepas ke lingkungan.

Pengolahan sludge dilakukan untuk mengurangi volume, kadar air, dan potensi bau, sehingga lumpur menjadi lebih padat dan stabil. Sludge yang telah diolah akan lebih mudah ditangani sehingga mendukung sistem pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

Pengolahan sludge yang baik mencerminkan komitmen pengelola IPAL terhadap perlindungan lingkungan. Sludge yang terkelola dengan benar membantu mencegah pencemaran tanah dan air, sekaligus membuka peluang pemanfaatan lanjutan sesuai ketentuan, seperti untuk penimbunan terkendali atau pengolahan lebih lanjut.

Risiko Lingkungan yang Perlu Diwaspadai

Sludge IPAL yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber risiko lingkungan yang serius. Di dalam sludge terkandung berbagai zat berbahaya, seperti senyawa organik, logam berat, nutrien berlebih, serta mikroorganisme patogen. Jika sludge ini dibuang atau disimpan

tanpa pengolahan yang tepat, pencemar tersebut berpotensi meresap ke tanah dan mencemari air tanah maupun badan air di sekitarnya.

Selain pencemaran, sludge IPAL juga dapat menimbulkan masalah bau yang menyengat akibat proses pembusukan anaerob. Bau tidak sedap ini dapat menurunkan kualitas lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitar.

Metode pemadatan dan stabilisasi

Pemadatan dan stabilisasi dalam pengolahan sludge IPAL bertujuan untuk mengurangi volume dan mempermudah penanganan lanjutan. Melalui proses pemadatan, kandungan air dalam sludge dapat ditekan sehingga lebih padat untuk diangkut maupun disimpan. Hal ini berdampak langsung pada penurunan biaya operasional dan kebutuhan ruang penampungan.

Berbagai metode pemadatan dapat diterapkan sesuai karakteristik sludge, mulai dari pengentalan secara gravitasi, penggunaan alat mekanis seperti belt press dan filter press, hingga sistem sentrifugal. Metode-metode ini bekerja dengan prinsip pemisahan air dari padatan, menghasilkan sludge dengan kadar air yang lebih rendah dan struktur yang lebih stabil.

Stabilisasi juga bertujuan menurunkan aktivitas biologis dan potensi bau, sekaligus meningkatkan keamanan lingkungan. Proses stabilisasi dapat dilakukan melalui pendekatan biologis, kimia, maupun fisik untuk menghambat pembusukan dan menonaktifkan mikroorganisme patogen. Sludge yang telah distabilisasi menjadi lebih aman untuk ditangani dan memenuhi persyaratan untuk pengelolaan atau pemanfaatan lanjutan.

Soil Stabilizer Efektif untuk Pengerasan Sludge

Greensorb SAP-Series, solusi solidifikasi limbah cair untuk membantu mengikat dan menyerap fase cair pada lumpur, sehingga menghasilkan material yang lebih padat dan mudah ditangani. Produk ini efektif dalam mengurangi kadar air bebas pada lumpur, meminimalkan risiko rembesan dan tumpahan, serta meningkatkan keamanan selama proses penanganan.

Dengan tingkat absorpsi yang tinggi dan aplikasi yang mudah, Greensorb SAP-713 mendukung kepatuhan terhadap regulasi pengelolaan limbah sekaligus menekan biaya operasional IPAL melalui pengurangan volume dan potensi bahaya lumpur cair.

Jika anda tertarik untuk informasi lebih lanjut mengenai produk solidification, kami siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi. Hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.

Selengkapnya
Sorotan 13 January 2026

Pembersih Komponen Listrik Terbaik untuk Perawatan Motor dan Panel Listrik

Pembersih komponen listrik sangat dibutuhakan dalam menjaga keandalan motor dan panel sebagai bagian utama dari sistem kelistrikan. Seiring waktu, paparan debu, minyak, dan residu karbon dapat menumpuk pada komponen sensitif. Tanpa perawatan yang tepat, kondisi ini akan berpotensi memicu kerusakan dan masalah keselamatan.

Motor dan Panel Listrik dalam Operasional Peralatan

Motor listrik dan panel listrik menjadi jantung dari berbagai sistem kelistrikan, baik pada kendaraan bermotor maupun instalasi industri. Keduanya bekerja secara beriringan untuk mengubah energi listrik menjadi tenaga yang dibutuhkan agar peralatan beroperasi dengan andal.

Pada kendaraan, motor listrik menggerakkan berbagai sistem penting seperti starter, kipas, hingga sistem pengapian. Di balik kinerjanya, terdapat komponen sensitif seperti kumparan, terminal, dan konektor yang harus selalu berada dalam kondisi bersih. Kotoran dan residu karbon yang menumpuk seiring waktu dapat menghambat aliran listrik, bahkan memicu gangguan serius apabila tidak ditangani dengan perawatan yang tepat.

Sementara itu, panel listrik berperan sebagai pusat kendali dan distribusi arus listrik. Beragam komponen di dalamnya—mulai dari kontaktor, relay, hingga MCB dan terminal—bekerja secara presisi untuk menjaga sistem tetap stabil. Namun, lingkungan kerja yang lembap, berdebu, atau berminyak membuat panel listrik rentan terhadap kontaminasi. kondisi ini dapat menyebabkan panas berlebih hingga meningkatkan risiko kegagalan sistem jika dibiarkan.

Pembersihan Aman Tanpa Mengganggu Kinerja Kelistrikan

Cleaner komponen listrik merupakan pembersih khusus yang dirancang untuk membersihkan bagian kelistrikan tanpa merusak material atau mengganggu konduktivitas listrik. Diformulasikan aman untuk komponen sensitif, cleaner ini cepat menguap dan tidak meninggalkan residu yang dapat menghambat kinerja sistem. Dalam perawatan motor dan panel listrik, cleaner berfungsi mengangkat kotoran pada terminal, konektor, sakelar, relay, dan rangkaian lainnya.

Penggunaan cleaner yang tepat membantu menjaga stabilitas arus dan meningkatkan keandalan kontak antar komponen. Cleaner komponen listrik umumnya tersedia dalam bentuk spray agar mudah diaplikasikan ke area sempit dan sulit dijangkau. Produk yang berkualitas biasanya memiliki sifat non-konduktif, non-korosif, dan bebas air, sehingga aman digunakan pada kondisi peralatan mati (power off) tanpa meninggalkan dampak negatif pada sistem kelistrikan.

Faktor Penting agar Pembersihan Maksimal Tanpa Risiko

Memilih cleaner komponen listrik tidak dapat dilakukan sembarangan. Produk yang kurang tepat justru berisiko merusak isolasi. Terdapat beberapa kriteria penting yang perlu diperhatikan agar proses pembersihan motor dan panel listrik berjalan aman serta efektif.

1. Aman untuk Komponen Listrik. Cleaner harus diformulasikan khusus untuk peralatan listrik, sehingga tidak merusak lapisan isolasi, plastik, karet, maupun material sensitif lainnya.

2. Tidak Meninggalkan Residu. Endapan atau residu sisa pembersih dapat mengganggu konduktivitas listrik dan memicu gangguan pada sistem. Pilihlah cleaner yang mampu mengangkat kotoran seperti secara menyeluruh tanpa meninggalkan sisa pada permukaan komponen.

3. Cepat Menguap. Sifat cepat menguap menjadi keunggulan utama cleaner komponen listrik. Dengan penguapan yang cepat, waktu henti peralatan dapat diminimalkan dan risiko kelembapan tertinggal pada komponen listrik dapat dihindari.

4. Non-Flammable untuk Keamanan Kerja. Aspek keselamatan merupakan prioritas utama, terutama dalam lingkungan dengan potensi percikan listrik. Cleaner bersifat non-flammable memberikan perlindungan ekstra bagi teknisi dan peralatan komponen elektrik.

Dengan mempertimbangkan berbagai kriteria tersebut, Greenklin MTR-100 hadir sebagai solusi pembersih yang dirancang khusus untuk menjawab kebutuhan perawatan motor listrik dan komponen elektrik. Formulasinya yang non-flammable memberikan keamanan lebih saat digunakan, sementara sifatnya yang cepat menguap memastikan proses pembersihan berlangsung efisien tanpa meninggalkan residu.

Greenklin MTR-100 bekerja efektif mengangkat minyak, debu, dan kotoran yang menempel, tanpa merusak isolasi maupun komponen sensitif lainnya. Peralatan listrik akan tetap bersih, aman, dan mampu mempertahankan performa optimalnya dalam jangka Panjang.

Jika anda tertarik untuk informasi lebih lanjut mengenai produk Electrical Motor Cleaner, kami siap membantu memberikan layanan dan solusi terbaik dalam memecahkan masalah dengan menyediakan produk berkualitas tinggi. Hubungi kami melalui Whatsapp atau email ke marketing@greenchem.co.id.

Selengkapnya
Sorotan 18 December 2025

ISO 14001, Bukti Komitmen Kami terhadap Produksi yang Ramah Lingkungan

Isu lingkungan kini menjadi perhatian utama dalam dunia industri. Di tengah meningkatnya tuntutan terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, kini perusahaan dinilai dari bagaimana proses produksi tersebut dijalankan dan dampaknya terhadap lingkungan. PT Green Chemicals Indonesia menyadari bahwa keberlanjutan merupakan bagian integral dari strategi bisnis jangka panjang. Komitmen ini diwujudkan melalui penerapan standar internasional ISO 14001, yang menjadi pedoman dalam mengelola dampak lingkungan secara sistematis, terukur, dan berkelanjutan.

ISO 14001: Standar Internasional untuk Produksi yang Bertanggung Jawab

ISO 14001 merupakan standar internasional yang mengatur Sistem Manajemen Lingkungan (Environmental Management System/EMS). Standar ini menjadi pedoman bagi perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan dari seluruh aktivitas operasionalnya mulai dari penggunaan bahan baku, proses produksi, hingga pengelolaan limbah dan emisi.

Lebih dari sekadar sertifikasi, ISO 14001 mencerminkan komitmen perusahaan terhadap praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. Melalui penerapan standar ini, perusahaan dituntut untuk secara aktif mengidentifikasi risiko lingkungan, memastikan kepatuhan terhadap regulasi, serta menjalankan perbaikan berkelanjutan guna meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Nilai yang diusung ISO 14001 sejalan dengan prinsip keberlanjutan, transparansi, dan tanggung jawab sosial. Standar ini mendorong perusahaan dalam mempertimbangkan dampak jangka panjang bagi lingkungan, masyarakat, dan generasi mendatang.

Mengapa ISO 14001 Penting bagi Industri?

Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap praktik bisnis yang berkelanjutan, industri kimia dituntut untuk menghasilkan produk berkualitas sekaligus memastikan bahwa seluruh proses produksinya dikelola secara bertanggung jawab. ISO 14001 menjadi standar yang menjembatani kebutuhan industri dengan harapan customer akan produk yang aman dan ramah lingkungan.

ISO 14001 berperan sebagai kerangka kerja sistematis untuk mengelola dampak lingkungan dari aktivitas operasional. Industri dapat meminimalkan risiko lingkungan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional melalui pengendalian emisi secara ketat, pemantauan limbah sesuai regulasi, dan berbagai program lainnya. Standar ini membantu perusahaan menjaga kepatuhan hukum dan mengurangi potensi gangguan pada operasional.

Sertifikasi ISO 14001 menjadi jaminan bahwa produk dihasilkan melalui proses yang terkontrol, konsisten, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Customer memperoleh kepastian bahwa mereka bermitra dengan perusahaan yang memiliki sistem pengelolaan risiko lingkungan yang jelas, sehingga kualitas produk dan keandalan pasokan dapat terjaga. Bekerja sama dengan perusahaan bersertifikasi ISO 14001 membantu customer dalam memenuhi komitmen keberlanjutan dan ESG mereka sendiri. Rantai pasok yang bertanggung jawab kini menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan bisnis, terutama bagi customer yang beroperasi di pasar global dan sektor dengan regulasi ketat.

Langkah Nyata PT Green Chemicals Indonesia dalam Menerapkan ISO 14001

Sebagai bagian dari komitmen terhadap produksi yang ramah lingkungan, PT Green Chemicals Indonesia menerapkan ISO 14001 melalui berbagai langkah yang terintegrasi dalam proses bisnis sehari-hari. Dalam aspek pengelolaan dampak produksi, perusahaan mengadopsi teknologi inovatif untuk mendukung proses yang lebih efisien dan aman bagi lingkungan. Pengendalian emisi dilakukan secara ketat, disertai dengan pemantauan limbah secara rutin dan terdokumentasi guna memastikan seluruh aktivitas operasional selalu sesuai dengan regulasi lingkungan yang berlaku.

Greenchem secara konsisten mendorong efisiensi energi dan pemanfaatan energi bersih. Upaya ini diwujudkan melalui peningkatan efisiensi operasional dan penerapan metode produksi yang lebih ramah lingkungan. Dalam pemilihan bahan baku, perusahaan menerapkan prinsip material berkelanjutan dengan menggunakan bahan yang ramah lingkungan dan tersertifikasi. Pendekatan ini bertujuan untuk meminimalkan potensi pencemaran, meningkatkan aspek keselamatan, sekaligus memenuhi standar pengadaan yang bertanggung jawab sesuai dengan praktik industri berkelanjutan.

Komitmen terhadap efisiensi emisi juga diwujudkan melalui transisi bertahap ke peralatan dan kendaraan listrik guna menekan emisi gas rumah kaca (GRK). Selain itu, perusahaan terus melakukan inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi energi dan penggunaan energi bersih. Salah satu pencapaian nyata adalah instalasi sistem Solar PV berkapasitas 5.500 WP pada tahun 2024, yang berkontribusi pada penghematan konsumsi listrik PLN hingga 25–30%.

Melalui langkah-langkah ini, PT Green Chemicals Indonesia memastikan bahwa penerapan ISO 14001 tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar menjadi bagian dari budaya operasional dan strategi keberlanjutan perusahaan. Ingin tahu lebih banyak tentang inisiatif keberlanjutan dan inovasi kami? Follow media sosial PT Green Chemicals Indonesia dan temukan berbagai informasi menarik seputar specialty chemical.

Selengkapnya